2019-09-20

Total Station Sokkia iM 52 | Ibu Kota Baru Kalimantan


Toko Alat Survey dan Pemetaan Indonesia
Indosurta Group Siap mebantu terlaksananya Ibu kota baru yang dipastikan akan berada di Kalimantan Timur dengan ini kami sudah menyiapkan kantor Alat Survey dan Pemetaan yang cocok untuk membantu mendesain tata ruang di wilayah kalimantan seperti 
Jual | Sewa | Servis dan Kalibrasi Seperti Total Station , Digital Theodolite dan Auto Level   SOKKIA , TOPCON , NIKON
Termasuk yang di unggulkan Total Station Sokkia iM 52 dengan akurasi ketelitian 2 detik
Seri Sokkia iM-50 Series ini adalah gabungan dari presisi pinpoint dan pengukuran jarak tercepat hingga 0,9 detik di total station entry level! Memanfaatkan teknologi EDM reflectorless, setiap stasiun total mengukur hingga 500m dalam mode non-prisma dan hingga 4.000 m dengan prisma. Kompensator sumbu ganda memberikan pengukuran yang stabil bahkan saat Anda bekerja di medan yang tidak rata. Selain memori internal 50.000 poin yang mengesankan, setiap stasiun total juga dilengkapi dengan kemampuan Bluetooth® bawaan dan antena internal untuk pengiriman pengukuran tanpa kabel ke pengumpul data Anda. Fitur lain termasuk perangkat lunak SDRbasic terpasang, penunjuk laser koaksial merah, dan perumahan IP66 tahan air.


Rentang EDM: 
  • Reflectorless, 500m; 
  • Prisma, 4.000 m. 
  • Memori Internal: 50.000 poin. 
  • Laser Menurun: Ya. Tilt Angle Compensation: 
  • Dual-axis liquid tilt sensor. 
  • Komunikasi: Bluetooth, RS-232C, dan USB Host 2.0. 
  • Tampilan: GLCD 192 x 80 pix. 
  • Suhu Operasional: -4 ° F hingga 140 ° F (-20 ° C hingga 60 ° C). 
  • Baterai: 7.4V Li-ion. Waktu Pengoperasian: 14 jam dalam Mode Eco.

Sementara luas ibu kota baru hingga konsep desain tata ruangnya masih menjadi perdebatan. tirto.id - Pemerintah sudah mengumumkan lokasi ibu kota baru akan berada di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim). Tepatnya, lokasi ibu kota baru berada di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.
Presiden Joko Widodo mengumumkan lokasi ibu kota baru itu dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, pada awal pekan ini. Jokowi mengklaim pemilihan lokasi ibu kota baru telah melewati studi selama 3 tahun.
Kenapa ibu kota pindah ke Kalimantan Timur? Kata Jokowi,
1- Karena daerah tersebut minim risiko bencana banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, gunung api dan tanah longsor
2- Lokasinya yang strategis, berada di tengah-tengah Indonesia.
3- Berdekatan dengan wilayah perkotaan yang sudah berkembang, yaitu Balikpapan dan Samarinda
4- Telah memiliki infrastruktur yang relatif lengkap.
5- Telah tersedia lahan yang dikuasai pemerintah seluas 180.000 hektare
Jokowi melanjutkan. Konsep Awal Desain Ibu Kota Baru Pemerintah menargetkan pembangunan ibu kota di Kaltim dimulai pada 2020, dan paling lambat, pusat pemerintahan sudah berpindah dari Jakarta di tahun 2024.
Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan sejumlah persiapan akan dirampungkan pada 2020. “Tentunya 2020, tahun depan, adalah fase persiapan sampai finalnya, maksudnya persiapan itu sudah selesai di tahun 2020 baik itu dari masterplan-nya, urban design-nya, building design-nya, desain bangunannya, sampai dasar perundang-undangannya,” kata dia, pada Senin lalu, seperti dilansir laman Setkab.
Sesuai penjelasan Bambang, kawasan induk ibu kota baru menempati lahan seluas 40 ribu hektare dan ke depan akan diperluas hingga 180 ribu hektare. “[Lahan] 180 ribu [hektare] itu separuhnya nanti adalah ruang terbuka hijau termasuk hutan lindung,” ujar Bambang. Soal desain tata ruang ibu kota baru,
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan rumusannya akan segera dibahas setelah lokasi pasti ibu kota baru ditentukan. “Setelah ditetapkan lokasinya baru kita desain kawasannya, di mana untuk meletakkan tata ruangnya, RTBL [Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan], kita akan selesaikan [pada] 2019 ini atau minimal sampai dengan tahun 2020 ujar Basuki. Baca juga: Mengenal Konsep Green City Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur Menurut Basuki, setelah desain rampung disusun, infrastruktur dasar di ibu kota baru, seperti jalan, saluran air hingga bendungan, akan dibangun mulai 2020. Lalu, pembangunan gedung pemerintahan dan lembaga negara lainnya dilakukan.
Total waktu konstruksi diperkirakan 3-4 tahun. Saat berkunjung ke Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, untuk menyampaikan kuliah umum pada 27 Agustus 2019 lalu, Basuki mengklaim desain ibu kota baru akan berstandar internasional.
Kami ingin mewujudkan kota cerdas dan modern berstandar internasional, menjadikan ikon urban design sebagai representasi kemajuan bangsa yang unggul  ujar dia.
Dia menambahkan pemerintah sudah mengkaji 78 proses pemindahan ibu kota negara-negara di dunia untuk menghindari kesalahan. [Pengalaman di] Canberra, Putrajaya dan Brasilia sebagai contoh, kita tidak ingin seperti itu  lanjut Basuki.
Baca juga Skema Pembiayaan Ibu Kota Baru: dari APBN, KPBU hingga Swasta Dia juga menjamin pembangunan ibu kota baru akan memperhatikan aspek lingkungan.
Lahan bekas perkebunan sawit dan tambang batu bara di sekitar ibu kota baru pun akan dihijaukan.
Konsepnya A City in The Forest. Di hutan Soeharto banyak bekas ilegal sawit, akan dihutankan lagi  katanya.
Adapun dalam dokumen Kementerian PUPR bertajuk Gagasan Rencana dan Kriteria Desain Ibu Kota Negara  ada wacana agar tata kota ibu kota baru mencerminkan identitas bangsa
Pusat kota misalnya didesain mengikuti bentuk tameng simbol Pancasila di dada Garuda Kemudian di tengahnya ada bidang berbentuk segi lima tempat tugu monumen Pancasila berdiri
Titik tengah itu berada segaris dengan lokasi Istana Usulan Ridwan Kamil dan Kritik soal Desain Ibu Kota Baru Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil  yang juga seorang arsitek sempat mengkritik desain awal ibu kota baru
Ia menilai lahan untuk ibu kota baru terlalu luas
Asumsinya lahannya terlalu luas 200 ribu hektare untuk 1,5 juta penduduk  menurut saya boros lahannya
Contohnya Brazil itu Brasilia sampai sekarang tanahnya terlalu luas manusia tidak betah dan lain-lain
Myanmar juga sama sepi  kata Emil pada awal pekan ini Menurut dia pengalaman Amerika Serikat saat memindahkan ibu kota negara itu ke Washington DC layak dicontoh Indonesia. Sebab, luas area kota Washington DC yang dihuni 700-an ribu orang hanya 17 ribu hektare.
Artinya kata dia jika ibu kota baru akan dihuni 1 juta orang hanya butuh lahan sekitar 35 ribu hektare.
Baca juga Sejarah Kutai Kartanegara dari Monarki ke Calon Ibu Kota RI Namun apabila lahan ibu kota baru seluas 200 ribu hektare kata Emil Itu kebayang borosnya aspal , kabel , infrastruktur hanya untuk mengakomodir penduduk itu  Emil juga menyampaikan usulannya soal desain ibu kota baru itu saat menemui Jokowi di Istana Negara pada Rabu (28/8/2019).
Dia mengaku menyarankan agar luas area ibu kota baru dikaji kembali 
Jangan sampai menghasilkan kota yang terlalu luas berorientasi mobil lagi.
Karena di masa depan itu kota yang futuristik itu kota yang jalan kaki ujar Emil di Istana Negara, Jakarta
Emil berharap rancangan tata ruang ibu kota baru tidak mengutamakan penggunaan kendaraan pribadi sehingga memungkinkan penduduknya bepergian untuk bekerja dengan berjalan kaki.
Kalau kepepet baru naik public transport dan terakhir baru naik mobil  ujarnya.
Orang bisa jalan kaki malam hari ramai jam 17.00 kantor berhenti kotanya masih hidup.
Nah jangan kejadian [seperti] dengan ibu kota-ibu kota baru yang lain malam hari sepi, karena tidak ada tempat retail orang rumahnya jauh-jauh tambah Emil.
Sedangkan Manajer Kampanye Perkotaan Tambang dan Energi Walhi Dwi Sawung meragukan ibu kota baru akan benar-benar terbebas dari masalah yang dialami Jakarta.
Meski pemerintah mengklaim ibu kota baru di Kaltim akan memanfaatkan energi terbarukan dan didesain menjadi wilayah ramah lingkungan ia menduga sumber listrik utama di sana tetap PLTU batu bara.
Apalagi Sawung mencatat ada 2 PLTU batu bara di dekat Balikpapan dan Samarinda, yang tidak jauh dari lokasi ibu kota baru Jadi kalau kita bilang polusi udara [Jakarta] parah, ketika pindah ke sana dia juga sedang merancang polusi udara yang sama dengan di Jakarta kata Sawung.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Peta Toko Peralatan Survey Indosurta Group Tangerang