2019-10-09

Toko Peralatan Survey dan Pemetaan Medan sumatera utara


Kantor Cabang Indosurta Medan 

Perkenalkan Kami adalah perusahaan yang bergerak di bidang Penjualan, Penyewaan / Rental, Service Dan Kalibrasi Layanan Peralatan Survey Dan Pemetaan  Seperti Total Station, Theodolite, Waterpass, GPS dan Kompas 


Toko Peralatan Survey dan Pemetaan Medan sumatera utara
Demi mendukung program Pemerintah Kota (Pemkot) Medan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota  Medan  tengah mengkaji pemetaan indikator pembangunan Kota  Medan . Kami siap membantu menyediakan peralatan survey dan pemetaan demi tercapainya hasil yang maksimal dan akurat 

Ada lima program yang menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2019.


Kelima program itu adalah pengurangan kesenjangan antar wilayah, pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan, peningkatan pembangunan SDM dan pengurangan kemiskinan, peningkatan ketahanan pangan, serta peningkatan reformasi birokrasi.


Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu), R Sabrina, dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Irman, dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dan Sosialisasi RKPD Provsu tahun 2019 di Medan, Jumat (13/7).


"Penetapan lima program prioritas provinsi itu dilakukan, setelah mengidentifikasi berbagai masalah dan tantangan yang dihadapi," ucapnya.


Irman menjelaskan, melalui lima program prioritas tersebut, ditetapkan target sasaran makro pembangunan yang ingin dicapai tahun 2019. Pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1 - 5,5 persen, penurunan angka pengangguran terbuka menjadi 5,18 persen, penurunan angka kemiskinan menjadi 8,5-9 persen, laju inflasi stabil pada kisaran 3,5 +/- 1 persen, koefisien gini di kisaran angka 0,3, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat pada kisaran angka 71-72.


"Penyusunan RKPD dilakukan dengan penguatan pelaksanaan kebijakan yang kita sebut Money Follow Program Priority, yaitu kebijakan penganggaran yang dilakukan berbasis pada program prioritas provinsi dan nasional," jelasnya.


Untuk penyelesaian proyek-proyek prioritas nasional di Sumut, telah ditampung dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2019. Proyek prioritas nasional tersebut yaitu pengembangan destinasi wisata danau toba dan pembangunan infrastruktur pendukung bagi kawasan ekonomi khusus Sei Mangkei.


Sabrina berharap agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Sumut dan kabupaten/kota se-Sumut mengikuti acara dengan baik, sehingga perencanaan yang dihasilkan dapat menjawab berbagai permasalahan yang sedang berkembang.


"Acara ini mempunyai arti penting, sebab melalui forum ini dilakukan penajaman, penyelarasan, dan klarifikasi rincian kegiatan. Sehingga nantinya tercipta integrasi, sinkronisasi, dan sinergitas baik antar daerah, antar ruang, antar waktu, antar fungsi pemerintah pusat dan daerah terhadap RKPD tahun 2019 yang disusun oleh Pemerintah Provinsi Sumut," tegasnya.


Diketahui, acara Musrenbang dan Sosialisasi RKPD Provsu 2019 merupakan rangkaian proses lanjutan yang telah diawali dengan pelaksanaan Multilateral Desk Musrenbang RKPD Provsu pada tanggal 10 -11 April 2018, dilanjutkan Musrenbang RKPD Provsu Tahun 2019 tanggal 12 April 2018 di Medan.


Rangkaian acara dimulai dengan pemaparan program dan rencana kerja dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Bappeda, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, dan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi. Kemudian dilakukan diskusi dengan peserta Musrenbang.


Rencana pembangunan gedung baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan masih terus dalam pembahasan Pemko Medan. Proyek pembangunan ini disebut-sebut membutuhkan anggaran besar hingga Rp600 miliar lebih.


Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Wiriya Alrahman mengaku, saat ini pembangunan proyek itu masih dalam proses pembahasan dengan Pemerintah Pusat terkait mengenai struktur pembiayaan. Untuk itu, memohon Pemerintah Pusat membantu di dalam aspek pembiayaan, terutama new wings atau pembangunan gedung baru dan pengadaan alat kesehatan (alkes).


“Gedung baru yang akan dibangun terdapat 105 kamar, membutuhkan biaya besar. Makanya, kita mohon ada bantuan dari Direktorat Cipta Karya (Kementerian Pekerjaan Umum dan dan Perumahan Rakyat). Apabila dibantu, maka ability payment atau kewajiban Pemko Medan sesuai dengan kapasistas fiskal. Inilah harapan kami, makanya terus dilakukan pembahasan,” kata Wiriya, kemarin.


Menurut dia, bantuan anggaran yang diminta tidak seluruhnya akan tetapi, kalau bisa sebesar-besarnya. “Berapa persen bantuannya kita tidak tahu. Contoh, untuk new wings saja membutuhkan dana sekitar Rp313 miliar lebih. Kemudian, pengadaan alkes sebesar Rp198 miliar lebih. Kalau ini dibantu, tentu kita tertolong,” kata Wiriya.


Sedangkan sisanya, sambung Wiriya, sekitar Rp200 miliar lebih lagi diperoleh lewat Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). “Jadi, nanti pihak ketiga menyuplai alkes di rumah sakit tersebut dan setiap digunakan mereka mendapat pemasukan. Selain itu, beberapa pengerjaan lainnya seperti rehab atau perbaikan, sistem informasi manajemen dan lainnya,” tuturnya.


Disinggung tingkat kunjungan berobat ke rumah sakit milik Pemko Medan ini sepi, Wiriya mengakui karena adanya pesaing-pesaing atau rumah sakit swasta yang menerima BPJS Kesehatan. Apalagi, memiliki fasilitas atau alat yang lengkap. “Makanya, diharapkan dengan pembangunan ini bisa mendongkrak peningkatan kunjungan masyarakat untuk berobat,” tukasnya.


Diketahui, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin menandatangani perjanjian pelaksanaan fasilitas proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) RSUD Pirngadi Medan dengan Dirut PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), Emma Sri Martini, di Kantor PT SMI, Jakarta pada Februari 2018 lalu.


Penandatanganan itu disaksikan Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan RI, Luky Alfirman, Dirut Pengelolaan Dukungan Pemerintah dan Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Keuangan RI, Freddy Saragih, serta Direktur Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP)-SF, Eiji Koga.


Penandatangan ini juga dilakukan dalam rangka mendukung terwujudnya pembangunan Proyek KPBU RSUD dr Pirngadi, yang merupakan salah satu program kerja dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Medan tahun 2016-2021.


Kassubag Humas RSUD dr Pirngadi Medan Edison Peranginangin mengaku, pasca penandatanganan tersebut, saat ini di rumah sakit sedang dilakukan penjajakan bersama pihak konsultan untuk pengembangannya.


Sesuai jadwal yang telah ditentukan, kata dia, pembangunan proyek pengembangan tersebut mulai akan dilangsungkan pada November 2019 mendatang. “Jadi akan dibangun new wings yang berada di Jalan Thamrin. Disitu gedung lama dibongkar, lalu dibangun gedung 7 lantai,” ungkapnya kepada wartawan.


Menuju pembangunan tersebut, jelas Edison, ada beberapa tahap yang akan dilakukan. Pertama kata dia ialah Orientasi Bisnis Case (OBC), lalu Final Bisnis Case (FBC), dan selanjutnya dilakukan tender oleh pemerintah. Namun saat ini, progres dari proyek pembangunan tersebut masih dalaam tahap OBC.


“Kemungkinan, proses pembangunan dijadwalkan selama 2 tahun. Artinya new wings ini baru akan selesai pada akhir 2021,” jelasnya.


Selain itu, lanjut \Edison, konsultan untuk pengembangan proyek juga sedang mendata mengenai apa-apa saja kebutuhan dalam pelaksanaannya. Seperti meminta kebutuhan spesifikasi, denah dan lainnya.”RS sendiri sudah membuat jadwal untuk kebutuhan-kebutuhan tersebut. Supaya nanti bikin pengadaan, jangan nggak bisa di pakai. Jadi sesuai dengan kebutuhan disini,” urainya.


Sedangkan dari segi manfaat, sambung Edison, proyek pengembangan tersebut dianggap dapat membuat RSUD dr Pirngadi Medan lebih mempunyai daya saing di Kota Medan. Karena gedung tersebut merupakan ruang perawatan VIP yang tersedia sebanyak 105 unit tempat tidur.


“Dengan adanya bangunan baru, pelayanan juga jadi bisa lebih maksimal. Dan diharapkan kita bisa bersaing dengan kompetitor, khususnya swasta. Termasuk menekan tingkat keinginan masyarakat berobat keluar negeri


www.peralatansurveyindosurta.com







Total Station Topcon OS-101 OS-105







Auto Level Sokkia B40

Auto Level Topcon AT B4

Auto Level Nikon AP8
Auto Level Nikon AC 2S
Auto Level Nikon AX 2S


Auto Level Geo Fennel N32 



GPS- Garmin


Garmin-etrex-10.


Garmin-etrex-20


Garmin-etrex-30


Garmin-etrex-30x


Garmin-Maps-78s


Garmin-Maps-62s


Garmin-64s-64sc


Oregon-650


Oregon-750


Montana-680


Garmin-Echosounder-585




Kompas


Clinometer-pm-5-suunto


Kompas-suunto-kb-14


Kompas-tandem-suunto-360pc


Kompas-brunton-5006-usa


Kompas-brunton-5008-usa


Kompas-brunton-5010-usa




Aksesoris




https://www.peralatansurvey.com/




Untuk yang berminat silahkan info  harga dan pelatihan Gratis bisa langsung menghubungi bapak agus via SMS /TLP /WA di : 082110287745,




Cara Bertransaksi Di Toko Peralatan Survey Indosurta



Pembayaran dapat dilakukan dengan cara Cash On Delivery / Transfer Bank.* C.O.D. ( Cash On Delivery / Bayar ditempat)

Khusus nuntuk wilayah  

Jakarta & Tangerang , Balikpapan , Makassar, Batam , Surabaya , Palembang , Medan , Manado ,Cikarang  Semarang Lampung dan Banjarmasin


kami melayani pemesanan dengan cara pembayaran di tempat anda, Prosesnya :

1. Pesanan anda kami antar ke tempat anda
2. Setelah anda terima silahkan cek kelengkapan dan kualitas barang
3. Bila sudah ‘ OK’ dan tidak ada masalah baru dibayar
Pembayaran ditempat bisa dalam bentuk tunai ataupun Transfer



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Peta Toko Peralatan Survey Indosurta Group Tangerang