Toko Alat Survey dan Pemetaan

Jual Service Dan Kalibrasi Total Station Jual Service Dan Kalibrasi Theodolite Jual Service Dan Kalibrasi Auto Level / Waterpass Jual Gps Garmin Dari Merek SOKKIA TOPCON NIKON CYGNUS GOWIN HI TARGET SOUTH dan RUIDE

2019-03-13

Toko Peralatan Survey dan Pemetaan Batam


                   Salam Sukses Semua dari indosurta group Batam


Kami adalah perusahaan yang bergerak di bidang Penjualan, Penyewaan / Rental, Service Dan Kalibrasi Layanan Peralatan Survey Dan Pemetaan  Seperti Total Station, Theodolite, Waterpass, GPS dan Kompas

Toko Peralatan Survey dan Pemetaan Batam
Di Pusat Perbelanjaan Peralatan Survey Dan Pemetaan Terbesar Di Indonesia ini kami memberikan
Segala Kemudahan Berbelanja DI "TOKO 
indosurta group
( < kami menawarkan > )
berbagai macam peralatan survey dan pemetaan seperti=Total Station / Theodolite /Waterpas atau Automatic Level / Gps Dan Kompas


indosurta group berupaya memberikan kontribusi kepada Masyarakat, Instansi Pemerintah, Swasta, dan Perorangan dalam hal penyedia produk-produk Surveying Instrument, Mapping, Geological, Mining,dan  Alat Komunikasi.

Kami akan selalu memberikan Pelayanan yang terbaik kepada semua mitra kerja dalam melakukan kerjasama. Termasuk perencanaan pembangunan di wilayah kota Batam ini yang pada tahun 2019 ini akan menggenjot sisa proyek sekitar di 20% lagi

Pemerintah Kota (Pemkot) Batam baru 80 persen mengerjakan proyek pembangunan infrastruktur pada 2018 ini. Penyelesainnya akan dilanjutkan pada 2019 mendatang. Lambatnya proses tersebut karena ketersediaan anggaran yang belum mencukupi pada 2018 ini.

Wali Kota Batam HM Rudi mengatakan, untuk tahun 2018 ini proyek di Batam akan selesai pada 15 Desember mendatang. Saat ini sudah berjalan mencapai hampir 100 persen.

"15 Desember diclose semua. Dilanjutkan tahun depan. Jadi sekarang tinggal finishing dan sebagian sudah istirahat. Sudah hampir 100 persen, dari target pekerjaan tahun 2018 ini," kata Rudi di Batam pada Senin (3/11).

Keterbatasan anggaran, lanjut Rudi, terjadi karena target capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam yang tidak sesuai target. Meski demikian, kendala ini tidak akan membuat rencana pembangunan infrastruktur di Batam terhenti.

Rudi menegaskan, program pembanguan infrastruktur di Batam menjadi prioritas Pemkot Batam. "Kalau bicara efesiensi maka berhenti. Tapi efesiensi dalam penggunaan anggaran tepat itu yang perlu kita jawab," kata Rudi lagi.

Sementara itu, untuk pembangunan Batam di bawah tanggungjawab Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Gubernur Kepri, Nurdin Basirun menyampaikan juga sudah berjalan baik. Dengan serapan anggaran di kabupaten kota di Kepri sudah mencapai 80 persen, artinya proses pembangunan di berbagai daerah.

Terkait dengan adanya beberapa kendala hingga menyebabkan baru 80 persen anggaran terserap, Nurdin mengaku belum mengetahui secara pasti. Meski demikian, ia berharap seluruh dinas yang ada berupaya maksimal untuk bisa menyelesaikan program-program yang sudah disusun sebelumnya.

"Memang ada (dinas) yang lambat, tapi apakah ada kendala teknis, saya belum cek,
Pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin) yang direncanakan pada 2019 ini, kembali ditunda hingga 2020. Alasannya, menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan 
Ruang dan Pertanahan Kepri seperti dilansir media di Batam, karenakan pemerintah pusat memerlukan banyak waktu untuk mematangkan perencanaan pembangunan jembatan yang akan menyambungkan Batam dan Bintan itu. Selain itu, masalah anggaran juga menjadi kendala. Anggaran untuk jembatan sepanjang 7 kilometer ini dinilai sangat besar.

Diketahui, pada tahun lalu, Gubernur Kepri mengaku optimistis jika pembangunan jembatan yang menghubungkan Pulau Batam dan Pulau Bintan akan dimulai pada 2019 ini, sesuai dengan komitmen Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang memastikan akan membangun jembatan tersebut.

Ini sudah kesekian kalinya penundaan pembangunan jembatan prestisius di Kepri ini. Memang, untuk membangunan jembatan yang menghubungkan dua pulau terbesar di Kepri ini bukanlah perkara mudah. Banyak hal yang harus menjadi pertimbangan. Dana, misalnya, apakah proyek ini menggunakan dana APBN, atau Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), seperti yang disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan Provinsi Kepri. Selain itu, Gubernur Kepri juga mengatakan, pemerintah pusat masih fokus untuk mengubah Detail Engineering Design (DED) pembangunan tersebut.

Adanya penundaan ini diharapkan tentu tidak menyurutkan semangat untuk membangun infrastruktur tersebut. Ditundanya proyek ini diharapkan ada konsep matang yang memang bisa dilaksanakan pada tahun depan.

Jembatan Batam - Bintan merupakan salah satu infrastruktur yang sangat ditunggu oleh masyarakat Kepri khususnya yang berada di Batam dan Bintan. Soalnya, wacana pembangunan jembatan ini sudah dimulai sejak 2000-an lalu. Berbagai pernyataan dan harapan sudah kerap disampaikan. Soalnya, hadirnya jembatan itu diharapkan akan mampu menggerakkan roda ekonomi Kepri khususnya di dua daerah itu. Dengan adanya jembatan itu, diharapkan mobilitas barang dan orang bisa lebih cepat.


Diharapkan, kajian yang tengah dilakukan saat ini bisa memberi harapan terwujudnya pembangunan jembatan Batam - Bintan mulai 2020 mendatang. Dengan adanya jembatan itu, perekonomian Kepri bisa tumbuh lebih cepat. ***



















Untuk yang berminat silahkan info  harga dan pelatihan Gratis bisa langsung menghubungi bapak agus via SMS /TLP /WA di : 082110287745,

Cara Bertransaksi Di Toko Peralatan Survey Indosurta

Pembayaran dapat dilakukan dengan cara Cash On Delivery / Transfer Bank.* C.O.D. ( Cash On Delivery / Bayar ditempat)
Khusus nuntuk wilayah  

kami melayani pemesanan dengan cara pembayaran di tempat anda, Prosesnya :
1. Pesanan anda kami antar ke tempat anda
2. Setelah anda terima silahkan cek kelengkapan dan kualitas barang
3. Bila sudah ‘ OK’ dan tidak ada masalah baru dibayar
Pembayaran ditempat bisa dalam bentuk tunai ataupun Transfer


Tidak ada komentar:

Posting Komentar